Guyv7L2vSNhTu9NNIC4AGodmAsDGZpqzql8qRx1N
Bookmark

Hasan bin Ali Meninggal Karena Apa? Baca Ini!

Hasan bin Ali Meninggal Karena Apa?

Hai! Apakah Anda sedang mencari penjelasan tentang "Hasan bin Ali meninggal karena apa?"? Jika jawaban Anda adalah "Iya", selamat! Sekarang Anda sedang membaca artikel yang tepat. Mengapa? Karena itulah yang akan saya jelaskan pada artikel ini. Sebagai muslim, kita harus paham itu. Karena itulah saya menulis artikel ini. Jadi, Anda harus membacanya sampai selesai!

hasan bin ali,hasan bin ali meninggal dunia,hasan bin ali meninggal karena apa,kematian hasan bin ali,penyebab kematian hasan bin ali,

Secara spesifik, ada beberapa hal penting tentang "Hasan bin Ali meninggal karena apa?" yang akan saya jelaskan pada artikel ini. Beberapa hal penting yang saya maksud adalah sebagai berikut:

Artikel ini berisi promosi buku biografi Hasan bin Ali yang harus Anda baca. Saya akan menjelaskan itu di akhir pembahasan.

Carut-Marut Riwayat Tentang Penyebab Kematian Hasan bin Ali

Hal penting pertama tentang "Hasan bin Ali meninggal karena apa?" yang akan saya jelaskan sekarang adalah carut-marut riwayat sejarah tentang penyebab kematian Hasan bin Ali. Saya ingin Anda memahami itu terlebih dahulu agar Anda bisa memahami topik pembahasan utama dalam artikel ini.

Secara umum, jika kita membaca beberapa literasi sejarah klasik tentang penyebab kematian Hasan bin Ali, seperti at-Tarikh karya ath-Thabari, al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir, al-Kamil fi at-Tarikh karya Ibnu Atsir, Tajarubu al-Umam wa Ta'aqbu al-Himam karya Miskawai, Ansabu al-Asyraf karya al-Baladzuri, dan lain sebagainya, kita akan menemukan dua poin tentang itu:

Satu: Hasan bin Ali meninggal dunia karena diracun.

Riwayat yang menjelaskan bahwa Hasan bin Ali meninggal dunia karena diracun memiliki dua riwayat turunan:

  1. Diracun atas perintah Muawiyah bin Abi Sufyan.
  2. Diracun atas perintah Yazid bin Muawiyah. Dia Menyuruh Ja'dah binti al-Asy'ats meracuni Hasan bin Ali.

Riwayat yang menjelaskan bahwa Hasan bin Ali meninggal dunia karena diracun atas perintah Muawiyah memiliki dua riwayat turunan:

  1. Muawiyah bin Abi Sufyan menyuruh Ja'dah binti al-Asy'ats untuk meracuni Hasan bin Ali.
  2. Muawiyah bin Abi Sufyan menyuruh anak buahnya untuk meracuni Hasan bin Ali.

Dua: Hasan bin Ali meninggal dunia karena sakit (biasa).

Itulah penjelasan singkat tentang carut-marut riwayat tentang penyebab kematian Hasan bin Ali. Anda bisa menemukan penjelasan lebih lanjut tentang itu dalam buku biografi Hasan bin Ali yang akan saya jelaskan di akhir pembahasan.

Hasan bin Ali Meninggal Karena Apa?

Hal penting kedua tentang "Hasan bin Ali meninggal karena apa?" yang akan saya jelaskan sekarang adalah jawaban yang spesifik. Jadi, saya sangat berharap Anda membaca penjelasan di bawah ini dengan sangat baik.

Pada beberapa paragraf sebelumnya, saya sudah menjelaskan bahwa ada banyak riwayat sejarah tentang penyebab kematian Hasan bin Ali. Tentunya, keberadaan riwayat-riwayat tersebut sangat membingungkan. Kita tidak bisa memakai semua riwayat tersebut untuk dijadikan standar untuk menilai penyebab kematian cucu Nabi Muhammad itu. Dengan kata lain, kita harus memilih salah satu dari sekian banyak riwayat tentang penyebab kematiannya.

Tapi, bagaimana caranya?

Satu hal pasti yang harus saya katakan sebelum saya menjelaskan penyebab kematian Hasan bin Ali adalah, bahwa kita tidak bisa berpatok pada riwayat-riwayat yang menjelaskan penyebab kematiannya. Kita harus melihat tema tersebut dari bebagai riwayat tentang sejarah Fitnah Kubra yang terjadi sebelum Hasan bin Ali meninggal dunia, beserta konsekuensi dari setiap pilihan yang kita buat.

Secara simpel, saya ingin mengatakan bahwa Hasan bin Ali meninggal dunia karena sakit (biasa), bukan karena diracun. Alasan yang paling menonjol yang membuat saya harus membuat kesimpulan seperti itu adalah karena riwayat-riwayat yang menjelaskan penyebab kematiannya karena diracun sangat meragunakan dan bertentangan satu sama lain, bahkan, jika kita melihat persoalan itu dengan lebih jernih, kesimpulan bahwa dia meninggal dunia karena diracun sangat berpotensi meruntuhkan bangunanan disiplin keilmuan Islam sunni. Argumentasi lebih lanjut tentang itu bisa Anda temukan dalam buku biografi Hasan bin Ali yang akan saya jelaskan di akhir pembahasan.

Itulah penjelasan singkat tentang "Hasan bin Ali meninggal karena apa?". Sebagai muslim, kita harus paham itu.

Buku Biografi Hasan bin Ali yang Harus Anda Baca

Hal penting ketiga tentang "Hasan bin Ali meninggal karena apa?" yang akan saya jelaskan sekarang adalah buku biografi Hasan bin Ali yang harus Anda baca. Buku yang saya maksud adalah buku "Pembantaian Keturunan Abu Thalib dalam Carut-Marut Riwayat Sejarah", karya saya sendiri.

Buku tersebut menjelaskan beberapa hal yang paling politis dan akut dalam kehidupan empat orang keturunan Abu Thalib: Jakfar bin Abi Thalib, Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali, dan Husein bin Ali yang belum dikuak dengan detail dan ilmiah. Banyak hal tentang sejarah kehidupan empat orang tersebut yang sering disalah-pahami. Buku tersebut berusaha menampakkan itu semua ke permukaan.

Harga buku tersebut adalah Rp. 90.000 (Rp. 110.000), belum termasuk Ongir (ongkos kirim). Mahal?

Saya kira buku tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan wacana baru yang akan Anda dapatan setelah Anda membaca buku tersebut.

Cara Pemesanan

Jika Anda berniat membeli buku tersebut, Anda bisa menghubungi saya lewat nomor WhatsApp: 0853-3949-9110. Buku tersebut tidak dijual di toko buku manapun, bahkan di toko online. Pembelian hanya lewat saya.

Anda tidak perlu khawatir soal penipuan. Buku tersebut sudah dicetak lebih dari sekali, dibeli dan dibaca oleh banyak orang.

Itulah penjelasan singkat tentang "Hasan bin Ali meninggal karena apa?" dan beberapa hal penting tentang itu, khususnya buku biografi Hasan bin Ali yang harus Anda baca.

Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya!

DONASI VIA PAYPAL Jika artikel ini bermanfaat dan Anda berkenan membantu kami mengembangkan website ini dengan memberi sedikit donasi, Anda bisa melakukannya via Paypal. Terima kasih.
Posting Komentar

Posting Komentar